Senin, 17 Agustus 2015

BAKTERI

Bakteri berasal dari bahasa Latin bacterium; jamak: bacteria adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 (setelah ditemukannya mikroskop), ilmu tentang mikroorganisme terutama bakteri (bakteriologi) mulai berkembang.

Ciri Ciri Morfologi Bakteri

Morfologi bakteri sangat sederhana, sehingga sangat tidak mungkin hanya menggunakan morfologi sel untuk informasi taksonomi. Namun demikian morfologi tetap bernilai dalam taksonomi. Morfologi bakteri yang dipertimbangkan adalah :
A. Bentuk sel bakteri

Pada umumnya bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar (berdasarkan bentuknya) yaitu:

1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi     sebagai berikut:

- Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
- Diplococcus, jka berganda dua-dua
- Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar
- Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
- Staphylococcus, jika bergerombol
- Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai      
    variasi sebagai berikut:
- Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
- Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

3. Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
- Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma)
- Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
- Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

B. Ukuran sel bakteri

- Sangat kecil dan bervariasi : 1,0 - 5,0 x 0,5 - 1,0 μm, diameter 0,6 - 3,5 μm
- Diamati dengan mikroskop pada pembesaran maksimum (100 X)
- Detil struktur sel dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron

Struktur Sel bakteri

Struktur Sel bakteri dapat dibagi atas 3 bagian utama yaitu 1. Dinding sel
2. Bagian internal berupa protoplasma yang mengandung :• Membran sel• Inclusion body• Mesosom• Ribosom• Nukleoid (DNA)3. Bagian eksternal• Kapsul• Flagela• PiliDinding selDinding sel bakteri sangat tipis dan elastis ,terbentuk dari peptidoglikan yang merupakan polimer unik yang hanya dimiliki oleh golongan bakteri. Fungsinya dinding sel adalah- memberi bentuk sel, member perlindungan dari lingkungan luar dan mengatur pertukaran zat-zat dari dan ke dalam sel Teknik pewarnaan Gram adalah untuk menunjukan perbedaan yang mendasar dalam organisasi struktur dinding sel bakteri atau cell anvelope.Bakteri Gram positif memiliki dinding sel relatif tebal, terdiri dari berlapis-lapis polymer peptidoglycan (disebut juga murein). Tebalnya dinding sel menahan lolosnya komplek crystal violet-iodine ketika dicuci dengan alkohol atau aseton. Bakteri Gram negatif memiliki dinding sel berupa lapisan tipis peptidoglycan, yang diselubungi oleh lapisan tipis outer membrane yang terdiri dari lipopolysaccharide (LPS). Daerah antara peptidoglycan dan lapisan LPS disebut periplasmic space (hanya ditemui pada Gram negatif) adalah zona berisi cairan atau gel yang mengandung berbagai enzymes dan nutrient-carrier proteins. Kompleks Crystal violet-iodine mudah lolos melalui LPS dan lapisan tipis peptidoglycan ketika sel diperlakukan dengan pelarut. Ketika sel diberi perlakuan pewarna tandingan Safranin O, pewarna tersebut dapat diserap oleh dinding sel bakteri Gram negatif.Protoplasma
Yaitu semua material yang terdapat didalam dinding sel.
A. Membran sel : Terdapat dibagian dalam dinding sel, terdiri dari phospholipid yang tersusun bilayer , dan mengandung berbagai protein yaitu:– Enzym untuk reaksi– Pori untuk proses difusi– Reseptor untuk transpor– Reseptors untuk mengenal, komunikasi, dan penempelan.B. Sitoplasma : Merupakan cairan sel yang terdapat didalam plasma membran. Terdiri dari 80% air, ribosom, berbagai enzim, koenzim, senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat, dll), senyawa anorganik.C. Ribosom : organel sel yang berfungsi sebagai pabrik proteinD. Mesosome : Invaginasi dari plasma membran, dalam bentuk vesikel, tubule, atau lamelaE. Nukleoid : Material genetik bakteri/kromosom bakteri/DNA , berbentuk circular (melingkar), membawa sifat yg mengatur viabilitas bakteri.F. Plasmid : Material genetik non esensial, ekstra kromosom, berbentuk melingkar tetapi ukuran lebih kecil dari DNA, membawa sifat-sifat tambahan ketahanan terhadap antibiotik, ultra violet, patogenisitas, produksi bakteriosin, dll, tetapi tidak membawa sifat untuk viabilitas sel. Plasmid dapat berpindah antar bakteri, atau dari bakteri ke sel tanaman inang (contoh pada Agrobakterium tumefaciens).Bagian eksternalA. FlagelaBerfungsi sebagai alat gerak, struktur utamanya adalah protein yang disebut flagellin, fleksibel, ukuran diameter10-15μm, dengan panjang 10-20μm. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
-Atrik, tidak mempunyai flagel.
-Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.-Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.-Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.-Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.


B. Pili/FimbriaeMerupakan alat untuk menempel pada permukaan (adhesin) substrat. Pili ada yang khusus digunakan untuk konjugasi, disebut pili sex. DNA bakteri dapat ditransfer dari satu sel bakteri ke sel bakteri lain selama proses konjugasi.C. Kapsul/envelopeMerupakan selubung sel bakteri berupa extracellularpolysacharide (EPS). Berupa kapsul bila melekat erat pada dinding sel atau berupa lendir dengan struktur longgar Berfungsi sebagai pelindung sel dari kekeringan dan serangan mikroorganisme lain; alat untuk melekat pada permukaan; berperan dalam penyerapan ion selektif; dan dalam interaksi inang-patogen.Reproduksi Bakteri
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Selama proses pembelahan, material genetik juga menduplikasi diri dan membelah menjadi dua, dan mendistribusikan dirinya sendiri pada dua sel baru. Bakteri membelah diri dalam waktu yang sangat singkat.Pada kondisi yang menguntungkan berduplikasi setiap 20 menit.
Cara Reproduksi Bakteri selain pembelahan biner antara lain :1. Konjugasi : reproduksi seksual dimana bakteri bertukar bahan genetik sebelum membelah diri, sehingga turunannya memiliki gen baru. Material genetik ditransfer melalui pili sex.2. Transformasi – bakteri mengambil gen dari bakteri lain yang telah mati dari lingkungannya.3. Transduksi – virus menyisipkan gen baru ke dalam sel bakteri. Metoda ini digunakan dalam bioteknologi untuk menghasilkan bakteri yang dapat menghasilkan insulin.Klasifikasi Bakteri
Klasifikasi adalah meletakkan organisme kedalam kelompok taksonomik berdasarkan persamaan karakter yang dimiliki. Klasifikasi Bakteri Patogen Tanaman mengikuti Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, Ninth Edition (1994) :KINGDOM PROKARIOTBAKTERI – Memiliki membran dan dinding sel
Devisi I : GRACCILICUTES – Bakteri Gram negatif Klas : PROTEOBACTERIA – Umumnya bersel tunggal Famili : Enterobacteriaceae Genus : Erwinia
Famili : Pseudomonadaceae Genus : Acidovorax, Pseudomonas, Rhizobacter, Xanthomonas, Xylophilus 
Famili : Rhizobiaceae Genus : Agrobacterium, Rhizobium 
Famili : - Genus : Xylella
Devisi II : FIRMICUTES – Bakteri Gram PositifKlas : FIRMIBACTERIA – Umumnya bersel tunggalGenus : Bacillus, Clostridium 
Klas : THALLOBACTERIA – bakteri bercabang Genus : Arthrobacter, Clavibacter, Curtobacterium, Rhodococcus, Streptomyces
Devisi III: TENERICUTES Klas : Mollicutes Famili : Spiroplasmataceae Genus : Spiroplasma 
Famili : - Genus : belum ditetapkan, dikenal sebagai phytoplasma (dulu disebut micoplasmalike organisms (MLO)
Devisi IV: MENDISICUTE Klas : ArchaeobacteriaJenis-jenis Bakteri
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.A. Bakteri Heterotrof 
Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. Zat organik diperoleh dari sisa-sisa organisme lain. Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan, kita sebut sebagai bakteri saprofit. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan mineral. B. Bakteri Autotrof 
Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto = sendiri, trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:1. Bakteri fotoautrotofBakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.2. Bakteri kemoautrotofBakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas. Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2, air dan energi.
Di samping terdapat bakteri yang dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkan makanan, ada juga penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut:1. Bakteri aerobyaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter.2. Bakteri anaerobyaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis.
Sedangkan berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri dikelompokkan lagi menjadi:1. Bakteri aerob obligatyaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.2. Bakteri anaerob obligatyaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridium tetani.3. Bakteri anaerob fakulatifyaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan Shigella.

Posted on 19.37 by Kampoeng gerabah

No comments

Sabtu, 15 Agustus 2015

"Teori-teori tentang sel manurut para ahli"

      Kata sel berasal dari bahasa Inggris “cell” yang artinya kotak kecil. Hal ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh Robert Hooke saat pertamakali melihat sel dari sayatan tipis gabus dengan mikroskop buatannya sendiri. Yang tampak pada saat itu hanyalah kotak-kotak kecil yang kosong tanpa isi.


Image93 Inilah 
kira-kira
 model 
Robert Hooke
Image94










Hebat. 
Dengan mikroskop ciptaannya sendiri inilah Hook 
mengamati bentuk sel 




Image95Inilah bentuk sel yang diamati Hooke. Preparat diambil dari sayatan tipis gabus. Itu sebabnya hanya tampak kotak-kotak kecil kosong tidak ada isinya, karena sel-selnya sudah mati.ang pertama kali.






Teori-teori tentang sel

Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan telah banyak yang diketahui mengenai sel bahkan sampai struktur yang terkecil. Tokoh-tokoh berikut ini mengemukakan pendapatnya tentang sel sesuai dengan hasil penelitiannya masing-masing.
HSjohaneJohanes Purkinje : yang pertamakali menggunakan
 istilah protoplasma untuk menyebut
bahan-bahan embrional dalam telur


200px-MaxschultzeMax Schultze : menyatakan bahwa sel merupakan unit fungsional kehidupan
R_VirchowRudolf Virchoff : mengatakan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omne cellulla ex cellullae), sehingga ia menyatakan bahwa sel merupakan unit pertumbuhan





Posted on 05.01 by Kampoeng gerabah

No comments

"Bagian sel tumbuhan dan fungsinya" 
Apakah anda sudah tahu apa saja bagian bagian sel yang terdapat di dalam tumbuhan? Dan apa saja kah, fungsi dari sel sel yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan itu? Jika anda ingin tahu tentang bagian bagian sel yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan dan juga ingin tahu apa saja fungsinya, maka simaklah postingan berikut dan mudah mudahan coretan yang hanya sedikit ini dapat menambah ilmu dan juga wawasan anda tentang bagian bagian sel yang ada pada tumbuhan dan juga fungsi fungsinya. Yuk sama sama kita lihat dan kita pelajari bersama, semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. 
Bagian bagian sel tumbuhan

Sekarang kita bicara mengenai masalah tumbuhan, seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap makhluk hidup memiliki organ sel yang ada di dalam tubuhnya begitu pula dengan tumbuhan. Meskipun tumbuhan tidak dapat bergerak seperti mahluk yang lainnya ( hewan dan manusia ) namun, tumbuhan juga memiliki organ sel yang terdapat di dalam tubuhnya.

Perlu anda ketahui bahwa sebenarnya, struktur sel yang terdapat pada tubuh hewan dan juga tumbuhan itu sama, hanya saja bentuk dan juga perkembangan dari sel tersebut yang mengalami sedikit perbedaan. Perkembangan yang terjadi pada sel hewan dan juga tumbuhan itu sangat bergantung pada lokasi dimana ia hidup. Namun, pada kesempatan yang satu ini saya hanya
akan membahas tentang bagian bagian sel tumbuhan.
Sel yang terdapat didalam tubuh tumbuhan merupakan salah satu bagian yang paling kecil, sel tersebut merupakan mesin penggerak yang ada di dalam tubuhnya. Sel yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan memang sedikit berbeda dengan organism eukariotik yang lain. Beberapa contoh sel yang terdapat didalam tubuh tumbuhan adalah sebagai berikut :
Vakuola. Vakuola pada tumbuhan memiliki bentuk yang cukup besar, tidak seperti yang terdapat dalam tubuh hewan. Vakuola pada tumbuhan dikelilingi oleh membrane sel yang sering disebut dengan tonoplas yang memiliki fungsi untuk menjaga turgor dan juga untuk megawasi gerak suatu molekul pada sitosol dan juga getah
Dinding sel. Dinding sel pada tumbuhan disusun dengan selulosa dan juga protein
Plasmodesmata. Plasmodesmata adalah pori pori bagi tumbuhan yang dapat menghubungkan dengan dinding sel. Hal ini berfungsi untuk dapat melakukan komunikasi anatara sel yang satu dengan sel yag lainnya yang saling berkaitan
Plastid. Plastid didalam tumbuhan banyak mengandung klorofil dan juga pigmen yang bisa memberikan warna yang hijau pada tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis
Fungsi sel tumbuhan

Sel sel di dalam tumbuhan memiliki tipe dan juga fungsi sendiri sendiri. Berikut adalah tipe sel tumbuhan dan juga fungsinya :
Sel parenkim. Sel parenkim berfungsi guna membantu berdirinya sebuah tumbuhan
Sel kolenkim. Sel kolenkim berfungsi untuk membantu sel parenkim dalam menyongkong berdirinya suatu tumbuhan
Sel skelerenkim. Sel ini berfungsi untuk membentuk perkumpulan suatu sel yang saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat melangsungkan hidup tumbuhan

Posted on 04.33 by Kampoeng gerabah

No comments

"Bagian-bagian Sel Hewan beserta fungsinya"

Anatomi Sel Hewan








Sel adalah unit dasar kehidupan. Semua organisme terdiri dari sel-sel (atau dalam beberapa kasus, satu sel). Kebanyakan sel adalah sangat kecil; sebagian besar tidak terlihat tanpa menggunakan mikroskop. Sel ditutupi oleh membran sel dan datang dalam berbagai bentuk yang berbeda. Isi sel disebut protoplasma.


Berikut ini adalah bagian-bagian dari sel hewan:

Nukleus
– Badan Oval besar dekat pusat sel.
– Pusat kontrol untuk semua kegiatan.
– Dikelilingi oleh membran inti.

Nukleoplasma
– Adalah protoplasma dalam inti.
– Mengandung materi genetik —> KROMOSOM (DNA)

Nukleolus
– Ditemukan dalam nukleus.
– Mengandung informasi genetik yang lebih banyak (RNA)

Membran sel
– Batas luar dari sel.
– Memisahkan sel dari sel-sel lain.
– Itu memiliki pori-pori —> memungkinkan molekul untuk melewati.

Dinding sel (hanya Sel Tanaman)
– Struktur non hidup yang mengelilingi sel tanaman.
– Melindungi + mendukung sel.
– Terdiri dari serat selulosa yang yang kokoh.

Sitoplasma
– Bahan sel di luar inti tetapi dalam membran sel.
– Cairan kental yang bening.
– Berisi struktur yang disebut organel.

vakuola
– adalah kantung cairan bening yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan, mineral, dan limbah.
– Dalam sel tanaman vakuola berukuran besar dan sebagian besar diisi dengan air. Hal ini memberikan dukungan tanaman.
– Pada sel hewan vakuola jauh lebih kecil.

mitokondria
– Power house (pusat tenaga) dari sel.
– Pusat respirasi sel.
– Mereka melepaskan energi untuk fungsi sel.

Kloroplast (Sel tumbuhan saja)
– Mengandung pigmen hijau yang dikenal sebagai klorofil yang penting untuk fotosintesis.

ribosom
– Tubuh bulat kecil yang membantu membuat protein.
– Ditemukan dalam sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma.

Retikulum endoplasma (RE)
– Sistem membran di seluruh sitoplasma.
– Menghubungkan membran inti ke membran sel.
– Lorong untuk bahan bergerak melalui sel.

Badan Golgi
– seperti struktur Tabung yang memiliki kantung-kantung kecil di ujungnya.
– Mereka membantu mempaket protein.

lisosom
– “Kantung bunuh diri”
– Struktur kecil yang mengandung enzim yang digunakan dalam pencernaan.
– Jika sebuah lisosom yang meledak itu bisa menghancurkan sel.

Posted on 04.25 by Kampoeng gerabah

No comments

''SEL-SEL MAKHLUK HIDUP"

Pengertian Sel; Struktur; Komponen, Jenis, dan Fungsi

  • Pengertian Sel

Sel adalah unit struktural dan fungsional penyusun makhluk hidup yang terkecil. Pada tahun 1665, Robert Hooke menemukan sel melalui pengamatan pada irisan gabus menggunakan mikroskop. Banyak ilmuan yang meneliti sel hingga pada sekitar tahun 1855 Rudolf Virchow mengemukakan teorinya tentang sel yaitu sel berasal dari sel(omnis cellula e cellula).
Berbagai penemuan penting mengenai sel, bagian-bagian sel, dan lain-lain memicu lahirnya sebuah cabang ilmu baru yaitu biologi sel.


  • Struktur Sel

Setiap mahkul hidup terdiri hanya salah satu dari dua jenis struktur sel, yaitu: sel eukariota dan sel prkariota.
Perbedaan kedua jenis sel ini adalah posisi DNA di dalam sel. Sel Prokariota merupakan sel yang tidak memiliki nukleus, sehingga DNA nya tidak terbungkus oleh membran organel, sedangkan sel eukariota memiliki nukleus/inti sel.

  • Komponen Sel

1. Membran Sel
Membran sel adalah lapisan tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein yang berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran nutrisi, oksigen dll cukup memenuhi seluruh sel.
2. Nukleus/Inti Sel
Nukleus merupakan komponen yang terdapat gen. Nukleus dibungkus oleh selaput membran ganda. Dibagian dalam terdapat nukloelus, nukleoplasma, dan benang-benang kromatin.
3. Ribosom
Ribosom adalah komponen sel yang memproduksi protein. Ribosom tersusun dari berbagai jenis protein dan RNA. Ribosom sel eukariota lebih besar daripada ribosom sel prokariota.
4. Sistem Endomembran
Sistem endomembran terdiri dari berbagai membran dalam sel eukariota. Membran-membran ini terhubung langsung secara fisik atau melalui transfer dalam bentuk vesikel. Sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma.
5. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah perpanjangan dari selaput nukleus yang terdiri dari saluran bermembran dan vesikel yang saling terhubung. Terdapat dua jenis retikulum endoplasmya yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.
6. Badan Golgi
7. Lisosom
8. Vakuola
9. Kloroplas
Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil. Klorofil ini akan membantu dalam proses fotosintesis, yaitu reaksi mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang akan disimpan di molekul karbohidrat.
10. Peroksisom

11. Siteskeleton

Posted on 04.21 by Kampoeng gerabah

No comments